Suzanna's FotoPage

By: Suzanna Hadi

[Recommend this Fotopage] | [Share this Fotopage]
[Archive]
Monday, 24-Sep-2007 02:36 Email | Share | | Bookmark



Monday, 24-Sep-2007 02:20 Email | Share | | Bookmark
KTP

Seorang teman kantor di Jakarta bercerita, dia berserta istri dan 3 orang anaknya memilih membeli rumah dan mentep di kota Bogor, dengan pertimbangan, udara kota Bogor relative lebih bersih di bandingkan Jakarta, walaupun karena itu dia harus bolak-balik Jakarta Bogor setiap hari, karena itu sangat logis kalau sang teman dan istrinya memegang KTP Bogor. Namun dengan pertimbangan urusan yang harus dilakukan di Jakarta juga lumayan banyak, maka sang teman tetap mempertahankan memegang KTP Jakarta apalagi orang tua dan adik-adiknya bertempat tinggal di Jakarta, jadi urusan memperpanjang KTP tidak menjadi persoalan. Jadilah teman saya ini beserta istrinya masing-masing memegang 2 KTP, Jakarta dan Bogor.

Seorang teman yang asli Riau, awal mula datang ke Jakarta karena ingin melanjutkan pendidikan S2nya di UI. Terlanjur enak tinggal di Jakarta, maka setelah lulus S2 sang teman tetap melanjutkan hidupnya di kota metropolitan, apalagi kemudian dengan bantuan teman sekelas di pasca sarjana dia mendapatkan pekerjaan yang cukup baik di sebuah perusahaan otomotif. Karena itu tidaklah heran kalau kemudian sang teman ini juga memegang KTP DKI, namun dengan pertimbangan ia sangat mencintai Riau, maka diapun tetap mempertahankan KTP Riaunya. Sang temanpun memiliki KTP ganda.

Lain lagi cerita seorang saudara yang sedang menuntut ilmu di kota pelajar Jogjakarta, SMUnya diselesaikan di Pekanbaru, karena itu dia memiliki KTP Pekanbaru, setelah lulus dari SMU dia mencoba mendaftar di perguruan tinggi negeri di Jakarta, tidak diterima di negeri, akhirnya sang saudara masuk ke PTS dan tinggal di rumah salah satu saudara di Jakarta, jadilah diapun memiliki KTP DKI. Setahun kemudia, dia mencoba lagi tes untuk masuk PTN, kali ini dia memilih Jogjakarta, alhamdulillah diterima di FE UGM, untuk mempermudah urusan di Jogjakarta, sang saudarapun “terpaksa” memegang KTP Jogjakarta. Sama dengan teman yang dari Riau diatas, dengan alasan cinta daerah, KTP Pekanbaru tetap digenggamnya, walhasil sang saudara memegang 3 KTP resmi yang masih berlaku dalam waktu bersamaan.

Percaya atau tidak, saudara sekampung yang lain memegang 4 KTP juga dalam waktu yang bersamaan dan semua masih berlaku!!!. Ceritanya begini, SD sampai dengan PTN dihabiskan oleh sang saudara di Pekanbaru, so KTP Pekanbaru pastilah dia punya, selesai dari PTN sang saudarapun merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan dan bekerjalah dia pada sebuah perusahaan swasta, KTP DKIpun ada padanya. Karena kinerjanya dinilai baik oleh atasannya akhirnya sang saudara dipindahkan menjadi kepala cabang perusahaan di Surabaya, KTP Surabayapun menambah koleksinya. Setahun kemudian sang saudara di pindahkan oleh bossnya untuk mengendalikan anak perusahaan di Balikpapan, tambah 1 lagi KTP. Sang saudara memiliki empat KTP dari empat propinsi.

Yang ini lebih ajaib lagi. Teman saya ini mulai menjejakkan kakinya di Jakarta sejak kuliah disebuah PTS di Jakarta, KTP DKIpun ada ditangannya. Setelah lulus menjadi sarjana sang teman mencoba melamar menjadi PNS di Riau, berkat bantuan sang ayah yang menjadi menjadi pejabat pada saat itu, sang temanpun jadilah PNS di Pekanbaru, KTP Pekanbarupun tentulah dia harus punya dengan alamat sama dengan orang tua. Setahun kemudian setelah menjadi PNS sang teman membangun sebuah rumah untuk istri dan anak-anaknya dilain kecamatan, KTP kecamatan yang barupun mampir di dompet. Dua tahun kemudian sang teman dimutasi ke luar kota Pekanbaru, tepatnya di sebuah kabupaten asal orang tuanya, KTP kabupaten setempatpun menambah koleksinya.

Lalu apa enaknya memiliki KTP lebih dari satu? Alasannya bisa beraneka ragam. Teman dan saudara yang orang Riau berpendapat, KTP Riau sangat strategis (busyet…. udah kayak pejabat sedang menjelaskan posisi Indonesia di mata dunia saja). Dengan KTP ini, pemegang akan dapat melancong ke Negara tetangga Malaysia dan Singapura (khususnya karena ini yang terdekat, dan Negara-negara di Asia Tenggara lainnya pada umumnya) tanpa harus membayar fiscal, karena pemegang KTP otomatis dapat memperoleh passport Riau dengan mudah. Memegang passport Riau, berarti memegang kebebasan keluar negeri tanpa harus membayar fiscal.

Lalu KTP DKI? KTP ini adalah primadonanya KTP, pemegang KTP ini seperti memiliki derajat lebih tinggi setingkat dari pemegang KTP lainnya, apalagi saat ini tidak mudah untuk memperoleh KTP DKI, karena itu KTP yang sudah ada harus tetap ada. Apalagi urusan memperpanjang KTP tidak sesulit membuat yang baru. Tentu saja banyak kelebihan lainnya bagi pemilik KTP DKI ini.

Memiliki KTP ganda kalau dipergunakan dengan tujuan yang baik-baik saja mungkin tidak menjadi persoalan, walaupun sesungguhnya hal ini sangat tidak bisa dibenarkan. Namun kemudahan untuk memperoleh KTP dimana saja di seluruh wilayah Indonesia, membuat orang-orang malas untuk mengembalikan dokumen Negara tersebut kepada pemerintah setempat bila berpindah tempat tinggal. Sistim pendataan kependudukan yang tidak teratur juga memberi kontribusi terhadap kepemilikan KTP ganda ini.

Tanggal 3 Juli 2005, dengan izin Allah SWT, saya ditakdirkan untuk menjejakkan kaki di Jepang dan untuk sementara menjadi penduduk Negara Matahari Terbit ini. Dua minggu pertama setelah saya tiba di Jepang, saya diharuskan mendaftarkan diri di Yakuba (seperti kantor walikota di Indonesia namun Yakuba juga terdapat disetiap wilayah setingkat kelurahan) dan konsekwensi logisnya saya harus memiliki KTP Jepang. Dalam tempo dua minggu sejak kedatangan saya di Yakuba (benar-benar dua minggu, tidak kurang dan tidak lebih) KTP sayapun jadilah, tanpa harus membayar satu Yen pun alias gratis. Ketika suami saya mengatakan bahwa saya sangat memerlukan KTP tersebut untuk memperpanjang visa saya, dengan sangat sopan pegawai Yakuba mengatakan, bahwa dia sangat ingin membantu kami, namun sayang sekali prosedurnya memang sudah begitu. Jadi proses pembuatan KTP saya tidak dapat dipercepat ataupun diperlambat.

Tiga bulan kemudian, kami (saya dan suami) memutuskan untuk pindah rumah di lain kelurahan. Satu minggu setelah pindah rumah kamipun diharuskan melapor di kelurahan setempat. Dengan membawa passport dan KTP (tentu saja KTP Jepang), kamipun melaporkan diri. Sang pegawai kemudian mencatatkan alamat kami yang baru disisi belakang dari KTP tersebut. Saya baru menyadari bahwa KTP Jepang didisain sedemikain rupa, ukuran dan bentuknya sama seperti kartu kridit, disisi depan terdapat foto pemegang KTP, nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, nasionality, alamat tempat tinggal, nomor dan masa berlaku passport, tanggal pertama kali tiba di Jepang, nama sponsor di Jepang, tanggal berlaku KTP, tanda tangan pemilik serta nomor dari KTP itu sendiri. Sedangkan disisi belakangnya hanya terdapat stempel dari kelurahan asal serta tanggal KTP diperoleh, selebihnya ruangan kosong, dibagi dua secara horizontal dan di beri garis seperti buku tulis untuk memudahkan pegawai kelurahan mencatatkan alamat baru pemegang KTP, sehingga setiap kali sang pemegang KTP berpindah tempat tinggal baik hanya pindah alamat maupun pindah ke lain kelurahan atau kota/kabupaten bahkan propinsi alamat baru akan dicatatkan disisi belakang dari KTP tersebut.

KTP ini mempunyai masa berlaku 4 tahun. Setiap pemegang KTP dimungkinkan untuk berpindah tempat tinggal sebanyak 9 kali dengan KTP yang sama, setelah itu walaupun KTP tersebut belum habis masa berlakunya tetapi karena tempat mencatat alamat sudah penuh, KTP harus diganti dengan yang baru. Setiap pendatang baru di Jepang, diharuskan memiliki KTP bila tinggal selama 3 bulan atau lebih. Apabila setelah 3 bulan pemegang KTP tidak bermaksud untuk memperpanjang masa tinggalnya di Jepang, KTP harus dikembalikan kepada petugas imigrasi di Bandara atau di pintu keluar Jepang lainnya.

Karena itu kejadian satu orang memegang lebih dari satu KTP seperti diatas tidak akan pernah dijumpai di Jepang.

Hiroshima ken, 6 September 2007



Monday, 24-Sep-2007 01:38 Email | Share | | Bookmark



Monday, 24-Sep-2007 00:59 Email | Share | | Bookmark
Ativities of International Friendship Club 2007

abis bikin onegari, nampang deh rame2
ibu2 berkerudung, 1 malaysia, 2 indonesia
with friends from China and Malaysia
View all 13 photos...


[Archive]

© Pidgin Technologies Ltd. 2016

ns4008464.ip-198-27-69.net